Fenomena Alam di Luar Atmosfer Bumi

Ilmu ini secara pokok mempelajari berbagai sisi dari benda-benda langit seperti asal usul, sifat fisika/kimia, meteorologi, dan gerak dan bagaimana pengetahuan akan benda-benda tersebut menjelaskan pembentukan dan perkembangan alam semesta.

Pembentukan dan Perkembangan Alam Semesta

Astronomi sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari era prasejarah; misalnya monumen-monumen dari Mesir dan Nubia, atau Stonehenge yang berasal dari Britania. Orang-orang dari peradaban-peradaban awal semacam Babilonia, Yunani, Tiongkok, India, dan Maya juga didapati telah melakukan pengamatan yang metodologis atas langit malam. Akan tetapi meskipun memiliki sejarah yang panjang, astronomi baru dapat berkembang menjadi cabang ilmu pengetahuan modern melalui penemuan teleskop.

Astronomi Observasional

Astronom-astronom amatir telah dan terus berperan penting dalam banyak penemuan-penemuan astronomis, menjadikan astronomi salah satu dari hanya sedikit ilmu pengetahuan di mana tenaga amatir masih memegang peran aktif, terutama pada penemuan dan pengamatan fenomena-fenomena sementara.

Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2020

Kamis, 23 Mei 2019

Kenaikan Kelas SMA

Tiga Syarat kenaikan kelas menurut kurikulum 2013 
Oleh: Yunus Adiantor SL, S.Pd.,M,Si.


Rapat kenaikan kelas selalu diwarnai dengan perdebatan panjang, perdebatan itu berkisar pada syarat-syarat kenaikan kelas. Syarat kenaikan kelas menjadi penentu bagi siswa untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke kelas selanjutnya, sehingga segala instrumen yang wajib dipenuhi harus dicapai oleh siswa. Pada kurikulum 2013 telah mengatur 3 syarat kenaikan kelas, ketiga syarat kenaikan kelas tersebut antara lain.
1. Minimal 3 mata pelajaran yang tidak tuntas
Agar siswa naik kelas maka semua nilai mata pelajaran harus tuntas atau minimal sama atau melampaui nilai KKM yang ditetapkan oleh sekolah. Apabila terdapat 3 mata pelajaran yang nilainya kurang dari KKM maka siswa tersebut masih bisa dinyatakan “naik kelas”. Sedangkan akan dinyatakan “tinggal kelas” apabila nilai siswa atau hasil evaluasi belajar siswa yang tertuang dalam repor nilai melebihi 3 mata pelajaran yang nilainya dibawah KKM. Nilai rapor yang dihitung untuk dipertimbangkan naik kelas atau tidak naik kelas adalah nilai rata-rata mata pelajaran semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).
2. Kehadiran minimal 75% 
Jumlah kehadiran juga menjadi pertimbangan kenaikan kelas. Siswa yang kehadirannya kurang dari 75% dinyatakan “tinggal kelas” sedangkan siswa yang kehadirannya 75% ke atas dinyatakan memenuhi syarat kenaikan kelas. Perhitungan kehadiran bukan hanya kehadiran pada semester dua melainkan kehadiran pada semester satu dan dua.
3. Disesuaikan dan dipertimbangkan oleh Sekolah
Sedangkan syarat yang ketiga adalah kebijakan sekolah dengan mempertimbangkan beberapa hal misalnya sarana dan prasarana sekolah, sumber materi pelajaran, kompetensi guru dan siswa, media ajar, dan lain-lain. Selain itu, pengaruh luar juga harus dipertimbangkan misalnya akses ke sekolah, tingkat ekonomi masyarakat sekitar dan lain-lain.

Sabtu, 18 Mei 2019

Spesifikasi CATUNBK

SPESIFIKASI INFRASTRUKTUR CATUNBK

  1. Server lokal Spesifikasi minimal hardware server lokal yang harus disediakan pelaksanaan dengan menggunakan sampai dengani 50 klien dalam satu jaringan, sebagai berikut:
    • PC/Tower/Desktop (bukan laptop).
    • Processor dengan 4 core dan frekuensi clock 1.6 GHz 64 Bit.
    • RAM 8 GB (Dengan VM RAM 4 GB).
    • Harddisk 250 GB.
    • Browser Google Chrome maksimal versi 64.0
    • Exam Browser Admin (ExambroCBTSync)
    • Operating System (64 bit): Windows Server/Windows 8/Windows 7.
    • LAN CARD 10/100/1000 Mbps dua unit (satu ke jaringan internet dan satu ke Jaringan lokal).
    • Cadangan server minimal 1 (satu) di setiap lokasi ujian.
    Catatan:
    Apabila jumlah klien lebih dari 50 sampai dengan 100, server lokal harus menambah kapasitas Over Clock pada Processor menjadi 3.2 GHz dan kapasitas RAM menjadi 16 Gb (dengan VM RAM 8 Gb). 

  2. Komputer klien Spesifikasi minimal hardware komputer peserta yang harus disediakan, sebagai berikut:
    • PC, Laptop, Chrome book
    • Monitor minimal 11.6 inch
    • Processor Single core dengan frekuensi clock 400 MHz
    • RAM minimal 512 MB
    • Operating System: Windows minimal XP/LINUX Ubuntu 14.04/MAC OS /Chrome OS
    • Browser Google Chrome maksimal versi 64.0
    • Exam Browser Klien (Exambro)
    • Hardisk minimal tersedia 10 GB (free space)
    • LAN Card 10/100 Mbps
    • cadangan untuk komputer klien minimal 10%.
  3. Infrastruktur Pendukung
    • Spesifikasi hardware Jaringan yang harus disediakan, sebagai berikut:
      Kabel      :minimal CAT5E 10/100/1000
      Switch:jumlah minimal 24 port dengan transer rate 10/100/1000.
      Bandwith  :minimal 1 Mbps dan stabil.
      IP :
      • jaringan lokal wajib menggunakan segmen 192.168.0.xxx dan diatur static.
      • jaringan internet tidak boleh menggunakan segmen yang sama dengan jaringan lokal.
    • Perangkat pendukung yang harus disediakan, sebagai berikut:
      UPS:untuk server (tahan 15 menit)
      Genset:Untuk seluruh perangkat yang dipakai untuk pelaksanaan.
      Monitor/layar besar:untuk menampilkan hasil tes di luar ruangan tes.
      Monitor/layar/papan tulis:untuk menampilkan token bagi peserta tes di dalam ruang ujian
      Printer:untuk mencetak dokumen.
      Scanner:untuk memindai dokumen.
  4. Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia untuk pelaksanaan tes sebagai berikut:
    • Proktor Mengerti dan menguasai IT dengan jumlah minimal sebanyak server di tempat pelaksanaan. Proktor memiliki kewenangan dan tanggung jawab mengoperasikan aplikasi Tes.
    • Teknisi Mengerti dan menguasai IT dengan jumlah minimal 1 orang per lokasi tes. Teknisi bertugas dan bertanggungawab mempersiapkan infrastruktur TIK yang dipersyaratkan aplikasi Tes.
    • Pengawas Bertugas mengawasi dan mengadministrasikan tes agar berjalan tertib.

Jumat, 21 Desember 2018

Sekolah Unggulan vs Unggul


Sekolah Unggulan vs Sekolah Unggul
By: Yunus Adiantor

Meskipun sudah hampir satu minggu masuk sekolah, dan proses belajar mengajar untuk siswa baru sudah dimulai, ternyata masih ada beberapa orang tua siswa yang kecewa karena anaknya tidak bisa masuk ke sekolah unggul ( baca : diunggulkan). Lebih-lebih akhirnya sang anak hanya  bisa bersekolah di sekolah swasta. Rasa kecewa tentu saja saya rasakan ketika mendengar keluhan tersebut, lebih-lebih anaknya masuk di sekolah dimana saya mengajar.  Saya berusaha untuk menyembunyikan kekesalan saya, karena saya sadar setiap orang tua tentu ingin anaknya sekolah di sekolah yang diungulkan tentunya.  Saya hanya mengambil sisi positip dari pernyataan orang tua tersebut. Paling tidak ada dua hal yang perlu saya pikirkan. Pertama, apa yang harus dilakukan agar seseorang bisa tertarik dengan sekolah dimana saya mengajar. Kedua, saya harus bisa membuktikan bahwa anaknya  yang saat ini berada di sekolah saya bisa saya bimbing secara maksimal.
Trend sekolah unggul (baca : diunggulkan) saat ini memang menyita pikiran sebagaian orang tua agar anaknya bisa berada pada komunitas anak-anak unggul dengan harapan memiliki masa depan yang lebih baik. Salahkan pemikiran orang tua semacam ini ? Jawabnya pasti tidak. Ya…siapapun orang tua termasuk saya pasti akan berpikiran sama. Persoalannya adalah dimana sebenarnya keunggulan yang dimiliki sekolah yang diburu sebagian orang tua ini, apa kelebihannya ? Kenapa tidak semua sekolah bisa menjadi unggul (baca : diunggulkan), sehingga memiliki daya tarik orang tua untuk menyekolahkan anaknya.
Kalau boleh berpendapat (maaf pendapat pribadi), sebenarnya setiap sekolah tentu punya keunggulan, tergantung dari sisi mana kita menilainya. Berikut ini adalah beberapa type sekolah yang saya tahu memiliki keunggulan.
1. Sekolah A
Sekolah ini memang tidak begitu menonjol di bidang akademik, namun disetiap ajang kompetisi olah raga, belum ada yang mengalahkan termasuk dari sekolah negeri sekalipun.
Sudahkah semua  masyarakat  mengakui bahwa sekolah A memiliki keunggulan ? diakui atau tidak saya  hanya berpendapat bahwa sekolah A termasuk sekolah yang memiliki keunggulan di bidang olahraga.
2. Sekolah B
Berbeda dengan sekolah A, sekolah B selalu mengedepankan pada budaya tata krama terhadap siswa-siswinya, di bidang olah raga, seni atau akademik tidaklah begitu menonjol. Apakah sekolah ini memiliki keunggulan ? sekali lagi saya berpendapat sekolah B memiliki keunggulan yang bisa diharapkan oleh semua orang tua, yaitu siswa yang berakhlak mulia.
3. Sekolah C
Type sekolah ini biasa-biasa saja, dilihat dari prestasi akademik maupun non akademik datar-datar saja. Seorang teman satu kelas waktu kuliah dulu pernah mengajar di sekolah type C ini. Jumlah rombongan belajarnya mencapai 30 kelas. Apa keungulan sekolah ini ? Kenapa waktu itu jumlah siswanya begitu banyak ? teman saya pernah bercerita. Ketika salah satu anggota keluarga dari siswa di sekolah ini  meninggal, Sejumlah siswa dan guru pengajar di sekolah ini, selama satu minggu dengan sukarela melakukan tahlilan (mendoakan orang yang sudah meninggal dengan membaca tahlil, tahmid, takbir, sesuai budaya yang berlaku di daerah itu) di rumah duka dengan membawa ugo rampe ( minuman, makanan kecil, dll) sendiri. Apa sebenarnya keunggulan sekolah ini sehingga setiap tahun menolak siswa, ….yang jelas menyentuh hati masyarakat di  sekitarnya,…..dan itulah keunggulannya.
4. Sekolah D, E, F,….., Z
Type sekolah D sampai Z memiliki keunggulan yang berbeda pula, ada yang unggul di bidang seni, ada yang unggul di bidang komputer, dan ada yang unggul di bidang lain sebagai ciri khas sekolah tersebut, demikian pula dengan sekolah type  Z yang memiliki ciri khusus pada mata pelajaran pendidikan agama,  seperti  mapel Akhlak, akidah, tauhid, fiqh, alquran, dan lain-lain. Semua itu memiliki keunggulan sendiri-sendiri.
Bagaimana dengan RSBI ? Di mana keunggulannya ?
Berbeda dengan sekolah type A sampai Z, maka RSBI merupakan produk pemerintah dan diunggulkan melalui pesan sponsor, karena itu bila masyarakat tertarik dengan produk ini adalah sesuatu yang wajar. Karena produk pemerintah, maaf saya tidak akan banyak berkomentar. Tetapi paling tidak RSBI lebih banyak memiliki keunggulan dibanding non RSBI tentu saja. Apa saja keungulan yang dimiliki RSBI ? ya….kira-kira seperti di bawah ini ( maaf bila keliru) :
  • Pertama : Unggul dalam input ( NEM siswa) atau sebut saja the best input.
  • Kedua  : Unggul dalam biaya(karena katanya  diijinkan oleh pemerintah untuk menarik biaya lebih)
  • Ketiga : Unggul dalam menerima bantuan pemerintah
  • Keempat : Unggul dalam buku Pelajaran ( bentuknya Bilingual, halaman kiri bahasa Inggris, halaman kanan bahasa Indonesia, jadi lebih tebal dibanding buku sekolah lain)
  • Kelima : Unggul dalam tugas siswa (tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa banyak sekali, beberapa bahkan harus mencari lewat internet)
  • Keenam : Unggul dalam Pengajaran (Beberapa guru menggunakan Bahasa inggris)
Nah, ada yang mau menambahkan ? Tentu masih banyak keunggulan lain yang saya tidak tahu..
Dari beberapa type sekolah di atas termasuk RSBI, mana yang termasuk sekolah Unggul ?
Maaf, saya tidak bisa menjawab. Saya cuma beranalogi……Kesebelasan Spanyol dan Belanda Pada saat masuk final ( belum pertandingan) kira-kira mana yang unggul ? Tentu saja jawabnya bervariasi, bahkan boleh dikata fifty-fifty, ada yang mengatakan unggul Belanda, dan ada pula pula yang mengatakan unggul Spanyol. Nah….setelah pertandingan ternyata dimenangkan oleh Spanyol, …maka semua pasti setuju kalau saya mengatakan unggul spanyol.
Lalu,…bagaimana kira-kira bila kesebelasan Spanyol yang unggul tadi bertanding dengan kesebelasan Indonesia ? Saya yakin semua akan mengatakan kesebalasan indonesia, pasti kalah, bahkan mungkin ada yang mengatakan “Lelucon Apa ini ?”meskipun itu negara kita sendiri. Kenapa ? ….jelas-jelas belum tandingannya.
Apakah komentator bola lalu berani mengatakan : “Kalau kita bina dengan sungguh-sungguh…..pasti bisa, yang penting bagaimana cara melatihnya, bagaimana metodenya, kita drill latihan terus, kalau perlu  kasih tambahan jam, atau dikarantina”.
Maksudnya Apa ?
Ya …..menurut saya untuk menyebut sekolah unggul atau tidak tentu perlu ada kompetisi, perlu ada pembuktian mana yang lebih unggul, tentu saja dengan lawan yang memiliki strata sama. (maaf kalau salah). Spanyol tidak akan disebut unggul bila tidak mengalahkan Belanda, dan Spanyol tidak tahu malu kalau mau melawan kesebelasan Indonesia (input pemainnya saja berbeda jauh).
Sekolah A sampai Z  silakan berkompetisi, tapi jangan melawan yang terakhir bukan ? Ndak fair namanya.

Lalu Apa ciri-ciri sekolah Unggul ?
Tom J porkins , mahasiswa program doktoral di Harvard University meminta bantuan temannya, seorang konsultan manajemen dan pendidikan di Indonesia (radar 28 Juni 2010), untuk meneliti indikator-indikator sekolah unggul di indonesia. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut ternyata bahwa sekolah unggul di Indonesia baru 1 % (luar biasa).
Menurut Tom J Parkins,  ciri-ciri sekolah unggul adalah sebagai berikut :
  1. Sekolah tidak menerapkan tes masuk pada siswa barunya
  2. Kemampuan akademik dan moral siswa barunya sangat beragam
  3. Guru lebih banyak dituntut menjadi “agen perubah”, yaitu mengubah kondisi akademik dan moral siswa yang negatif menjadi positif.
  4. Guru mengembangkan kemampuan para siswanya dengan cara yang berbeda-beda.
  5. Gaya mengajar guru harus menyesuaikan dengan gaya belajar siswanya
  6. Mengutamakan Proses Pembelajaran dibandingkan  input siswa.
Sudah adakah di daerah kita yang memiliki sekolah dengan ciri-ciri yang diutarakan oleh Tom J Parkins di atas ? jika saja semua sekolah memiliki ciri-ciri seperti di atas, dimana peran guru menjadi dominan dan bekerja secara profesioanal dengan tidak tergantung pada input siswa saja, maka saya yakin tidak mungkin ada orang tua yang pusing untuk menyekolahkan siswanya, tidak ada orang tua yang kecewa karena tidak masuk ke sekolah yang diunggulkan (maaf bukan sekolah unggul…, karena belum sesuai ciri-ciri di atas), dan juga tidak ada guru yang mengatakan kegagalannya adalah karena  input siswa, semua berkompetisi dengan input siswa yang beragam, semua berlomba-lomba untuk menunjukkan bahwa sekolahnya adalah yang terbaik, dan tidak lagi perlu ada analogi pertandingan antara kesebelasan Spanyol dengan kesebelasan Indonesia, ……

Minggu, 21 Oktober 2018

Energi Altenatif Masa Depan


Mencari Sumber Energi Alternatif Masa Depan,
Dari Petani Menjadi Raja Minyak.
Oleh: Yunus Adiantor.

“Sumber alam sekali pakai seperti minyak bumi, yang juga diketahui sebagai sumber alam yang non-renewable (tidak terbaharui) mengandung masalah karena suatu ketika Anda akan mengalami kehabisan,” kata Dr. Bernie Tao, associate professor pada Agriculture and Biological Engineering, Purdue University, seperti yang dikutip oleh ENN (Environmental News Network).
Beberapa saat yang lalu di kota-kota besar di dunia kita merasakan akibat kelangkaan dan meroketnya harga bahan bakar minyak akibat pembatasan produksi minyak mentah oleh negara-negara OPEC. Chicago mencatat kenaikan harga bahan bakar yang tertinggi di Amerika hingga mencapai hampir 2 kali lipat. Di tanah air kita melihat antrean yang panjang dan pembatasan pembelian bahan bakar di setiap pomp bensin di ibukota dan kota-kota besar lainnya.

Walaupun meroketnya harga bahan bakar minyak beberapa saat yang lalu tidak separah yang pernah dialami dunia pada krisis minyak pertama dan kedua tahun 70-an, tetapi secara teoritis dalam jangka panjang harga bahan bakar tidak akan menurun. Mau tahu tidak mau suatu ketika kita harus menggantinya dengan sumber energi lain yang bisa diperbaharui.
Akan tetapi sumber energi baru sebagai substitusi minyak bumi sebenarnya telah banyak dijumpai di sekeliling kita. Biji-bijian seperti jagung dan kedelai mempunyai potensi besar untuk menggantikan minyak tanah sebagai motor penggerak ekonomi baru. Dan itu kemungkinan tidak lama lagi akan terjadi dalam beberapa dekade mendatang, menurut Tao. Dengan bahan bakar berbasis bio, kita bisa memproduksinya tiap tahun tanpa harus khawatir suatu ketika akan kehabisan.
Berbicara masalah biofuel, yang sering disebut adalah etanol. Tetapi ini bukanlah satu-satunya alternatif. Pengganti minyak tanah yang paling dekat justru minyak tumbuhan dan lemak, karena keduanya mempunyai basis struktur kimiawi yang sama.
Etanol adalah merupakan salah satu jenis alkohol yang dibuat melalui fermentasi bahan tumbuhan yang mengandung zat tepung. BPP Teknologi mengembangkan bahan bakar jenis ini dengan mencampurkannya pada bensin untuk membuat bahan bakar baru yang disebut gasohol (gasoline dan alkohol). Akan tetapi meskipun mampu bekerja sebagai bahan bakar secara baik, etanol mempunyai kelemahan karena tidak mempunyai ledakan sekuat bensin, dan mempunyai sifat menyerap air yang bisa mengakibatkan korosi (perkaratan pada benda logam).
Minyak tumbuhan melalui manipulasi secara kimiawi bisa berubah menjadi bahan bakar baru yang menggantikan minyak. Bahan bakar fossil sendiri jutaan tahun yang lalu awalnya juga tumbuhan. Sehingga bisa difahami bahwa bahan bakar fossil yang kita pakai sekarang dan minyak yang dibuat dari tumbuhan mempunyai sifat kimiawi yang mirip. Keduanya terbuat dari rantai gugus kimia yang disebut hidrokarbon.
Hidrokarbon adalah sebuah gugus kimia yang terdiri dari atom karbon (C) yang dikelilingi oleh atom hidrogen (H). Metan adalah jenis hidrokarbon yang paling sederhana yang terdiri dari satu atom C dan empat atom H. Bensin mempunyai atom karbon antara 7 sampai 10 buah. Kata ‘oktan’ yang digunakan untuk menunjukkan kadar polusi yang dihasilkan oleh pembakaran bensin sendiri mempunyai arti 8 atom karbon dalam rantainya.
Semakin pendek rantai karbonnya, yang sering disebut secara salah semakin kecil angka oktannya, semakin tinggi tingkat ledakannya dan semakin besar power yang diberikan kepada mesin, juga semakin rendah tingkat polusi yang dihasilkan.
Akan tetapi minyak tumbuhan apabila digunakan untuk menggantikan minyak bumi begitu saja mempunyai masalah karena rantainya terlalu panjang, yaitu antara 14 sampai 18 atom karbon. Minyak solar yang dipakai untuk mesin diesel mempunyai panjang atom karbon 15, sehingga secara struktur kimia paling mendekati minyak tumbuhan. Itulah mengapa aplikasi pertama minyak tumbuhan adalah untuk bahan bakar biodiesel. Oleh karena itu tanpa melalui manipulasi minyak tumbuhan tidak bisa digunakan untuk mesin bermotor yang berbasis bensin yang ada sekarang.

Masalahnya apakah mungkin membuat bahan bakar pengganti bensin dari minyak tumbuhan yang mempunyai rantai atom karbon yang lebih pendek? Kemungkinan itu ada. Minyak kelapa dan minyak-minyak tumbuhan lain yang mirip berpotensi untuk dibuat menjadi bahan bakar mirip bensin, kata Tao. Menurutnya, melalui modifikasi transgenetika biji-bijian yang mengandung minyak tumbuhan dengan panjang rantai atom karbon yang lebih pendek bisa dibuat.
Pada masa mendatang para ilmuwan akan mampu melakukan rekayasa genetika terhadap jagung dan kedelai, dua jenis biji-bijian penghasil minyak terbesar, untuk menghasilkan minyak tumbuhan yang bisa dikonversi menjadi jenis bensin, kata Tao. Kombinasi antara minyak tumbuhan dan etanol kelihatannya akan sangat cocok dengan struktur mesin bermotor yang ada sekarang, karena secara rata-rata rantai karbonnya akan mendekati bensin.

Bahan bakar bukanlah satu-satunya kegunaan minyak bumi. Kegunaan lain yang paling besar adalah untuk tinta, cat dan coating. Para ahli kimia sejak puluhan tahun yang lalu telah mengetahui cara merubah rantai hidrokarbon pada minyak bumi (petroleum) dengan cara yang disebut ‘cracking’ dan ‘reforming’. Industri yang melakukan proses ini dikenal sebagai petrokimia yang merupakan inti utama industri kimia dan merupakan motor utama penggerak ekonomi dunia pertengahan terakhir abad 20.

Senyawa hidrokarbon yang mempunyai rantai hidrokarbon yang lebih pendek banyak dipakai untuk pelarut cat serta berbagai macam bahan-bahan kimia yang kita pakai sehari-hari dari bahan-bahan sintesis sampai obat-obatan. Senyawa yang lebih panjang yang panjang rantai karbonnya mencapai 200-an dijumpai pada berbagai macam jenis plastik yang dipakai untuk berbagai macam keperluan. Bisa dikatakan minyak bumi adalah penopang utama kehidupan sehari-hari kita selama ini.
Akan tetapi bahan-bahan kimia itu semua bisa diproduksi dari tumbuh-tumbuhan. Sebelum industri petrokimia diketahui, yaitu sebelum Perang Dunia kedua, kebanyakan cat, bahan-bahan coating dan perekat dibuat dari minyak tumbuhan dan produk-produk dari tumbuhan lain. Kemudian setelah para ilmuwan kimia menemukan cara praktis dan murah untuk memproduksi bahan-bahan itu dari minyak bumi, hampir seluruh bahan-bahan yang tadinya dibuat dari bahan-bahan natural digantikan oleh minyak bumi. Pada masa yang akan datang kita akan kembali lagi menggunakan bahan-bahan natural dari tumbuhan untuk menggantikan minyak.

Hal ini bukanlah ide yang baru. Henry Ford terkenal karena membuat berbagai macam barang dari pakaian sampai bumper mobil dari minyak tumbuhan. Kemudian mulai bulan Januari yang lalu, perusahaan Dow Chemical Co. dan Cargill Inc. telah memulai memproduksi plastik dari jagung.
Sehingga bukanlah mustahil beberapa dekade mendatang kita akan mengalami transformasi dari ‘black economy’ menuju ‘green economy’ yang selain ’sustainable’ juga ramah terhadap lingkungan.

Akan tetapi untuk itu semua kita memerlukan para engineer yang memahami bagaimana membuat produk-produk itu dari bahan-bahan yang sama dengan yang kita makan sehari-hari.


Sumber: Berita Iptek

Kamis, 28 September 2017

Global Warming

Global Warming – Apa dan Mengapa
Oleh: Yunus Adiantor

Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?
Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?
Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.
Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).
Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.
Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.
Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.
Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 – yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.
Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya “An Inconvenient Truth” yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.
Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).

Hasil perhitungan perkiraan agen pendorong terjadinya pemanasan global dan mekanismenya (kolom satu), berdasarkan pengaruh radiasi (Radiative Forcing), dalam satuan Watt/m^2, untuk sumber antropogenik dan sumber yang lain, tanda merah dan nilai positif dari kolom dua dan tiga berarti sumbangan pada pemanasan, sedangkan biru adalah efek kebalikannya. Kolom empat menyatakan dampak pada skala geografi, sedangkan kolom kelima menyatakan tingkat pemahaman ilmiah (Level of Scientific Understanding), Sumber: Laporan IPCC, 2007.
Dari gambar terlihat bahwa karbon-dioksida adalah penyumbang utama gas kaca. Dari masa pra-industri yang sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Angka ini melebihi angka alamiah dari studi perubahan iklim dari masa lalu (paleoklimatologi), dimana selama 650 ribu tahun hanya terjadi peningkatan dari 180-300 ppm. Terutama dalam dasawarsa terakhir (1995-2005), tercatat peningkatan konsentrasi karbon-dioksida terbesar pertahun (1,9 ppm per tahun), jauh lebih besar dari pengukuran atmosfer pada tahun 1960, (1.4 ppm per tahun), kendati masih terdapat variasi tahun per tahun.
Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 – 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N2O) dari 270 ppb – 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.
Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.

Senin, 31 Juli 2017

Materi Pembelajaran Kimia

Materi Pelajaran Kimia Kelas X dan Kelas XI Kurikulum 2013
Oleh: Yunus Adiantor

Peta Materi Pembelajaran Kimia di SMA/MA
Berdasarkan Kurikulum 2013 Revisi 2016

Kerja Ilmiah, dan Keselamatan dan Keamanan Kimia
(terintegrasi pada seluruh materi pembelajaran)
Kelas X
Kelas XI
Kelas XII
·      Metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamat­an dan keamanan kimia di laboratori­um, serta peran kimia dalam kehidupan
·      Struktur Atom dan Tabel Periodik
·      Ikatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi Antar Molekul
·      Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit
·      Konsep Reaksi Reduksi Oksidasi dan Tatanama Senyawa
·      Hukum-hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri
·      Senyawa Hidrokarbon dan Minyak Bumi
·      Termokimia
·      Laju Reaksi dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya
·      Kesetimbangan kimiadan Pergeseran Kesetimbangan
·      Asam dan Basa
·      Kesetimbangan Ion danpH Larutan Garam
·      Larutan Penyangga
·      Titrasi Asam Basa
·      Kesetimbangan Kelarutan
·      Sistem Koloid
·     Sifat Koligatif Larutan
·     Reaksi Redoks dan Elektrokimia
·     Kimia Unsur (Kelimpahan Unsur di Alam, Sifat Fisik dan Sifat Kimia Unsur sertaPembuat­an unsur dan senyawa)
·     Senyawa Karbon (Struktur, Tata Nama, Sifat, Identifikasi dan Kegunaan Senyawa)
·     Makromolekul (Struktur, Tatanama, Sifat, Penggunaan dan  Penggolongan Polimer, Karbohidrat, Protein, Lemak)

Materi tersebut dapat dibagi dalam beberapa Bab sebagai berikut:

Kelas X
Semester 1

Bab 1: Mengenal Ilmu Kimia

A. Ilmu Kimia dan Peranannya
B. Metode Ilmiah
C. Materi dan Klasifikasinya
D. Bekerja di Laboratorium

Bab 2: Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur
A. Teori tentang Atom
B. Strukur Atom
C. Notasi Atom
D. Model Atom Niels Bohr
E. Konfigurasi Elektron
F. Sistem Periodik Unsur

Bab 3: Ikatan Kimia dan Bentuk Molekul
A. Kestabilan Atom
B. Ikatan Ion
C. Ikatan Kovalen
D. Ikatan Logam

Semester 2

Bab 4: Larutan Elektrolit, Non-elektrolit; dan Reaksi Redoks

A. Larutan Elektrolit dan Non-elektrolit
B. Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)

Bab 5: Rumus Kimia, Tata Nama, Persamaan Reaksi, dan Hukum Dasar Kimia
A. Rumus Kimia
B. Tata Nama Senyawa
C. Persamaan Reaksi
D. Hukum Dasar Kimia

Bab 6: Stoikiometri
A. Massa Atom
B. Konsep Mol
C. Hukum-hukum Dasar tentang Gas
D. Perhitungan Kimia

Demikianlah materi pelajaran kimia kelas X sesuai kurikulum 2013.

Kelas XI
Semester 1

Bab 1: Senyawa Hidrokarbon dan Minyak Bumi

A. Senyawa Hidrokarbon
B. Pengelompokan Hidrokarbon
C. Minyak Bumi
D. Senyawa Hidrokarbon dalam Kehidupan dan Dampak Pembakaran Bahan Bakar

Bab 2: Termokimia
A. Reaksi Eksoterm, Reaksi Endoterm, dan Perubahan Entalpi
B. Jenis-jenis Entalpi Reaksi
C. Hukum Hess
D. Energi Ikatan dan Kalor Pembakaran dalam Kehidupan

Bab 3: Laju Reaksi
A. Konsep Laju Reaksi
B. Faktor-faktor Penentu Laju Reaksi
C. Persamaan Laju dan Orde Reaksi
D. Laju Reaksi dalam Kehidupan

Bab 4: Kesetimbangan Kimia
A. Kesetimbangan Kimia
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan
C. Tetapan Kesetimbangan Konsentrasi (Kc)
D. Tetapan Kesetimbangan Tekanan (Kp)
E. Kesetimbangan dalam Industri

Semester 2
Bab 5: Reaksi Asam Basa dan Titrasi
A. Konsep Asam Basa
B. Indikator dan Derajat Keasaman (pH)
C. Titrasi Asam Basa

Bab 6: Hidrolisis Garam

A. Konsep, Sifat, dan Tetapan Hidrolisis
B. Hidrolisis Garam antara Asam Kuat dan Basa Kuat
C. Hidrolisis Garam antara Asam Kuat dan Basa Lemah
D. Hidrolisis Garam antara Asam Lemah dan Basak Kuat

Bab 7: Larutan Penyangga
A. Komponen dan Sifat Larutan Penyangga
B. Harga pH Larutan Penyangga
C. Peranan Larutan Penyangga

Bab 8: Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
A. Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
B. Pengaruh Ion Senama dan pH
C. Peranan Larutan Penyangga

Bab 9: Koloid
A. Sistem Koloid dan Jenis-jenis Koloid
B. Sifat-sifat Koloid
C. Pembuatan Koloid
D. Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari
Demikian contoh pembagian Bab untuk Kimia Kelas X dan XI berdasarkan Kurikulum 2013.

Kelas XII

Lihat tabel di atas….!!!

Senin, 17 Juli 2017

Cara Belajar Efektif

CONTOH MATERI MOS 2017/2018
CARA BELAJAR EFEKTIF (MATERI MOS 4)
Oleh: Yunus Adiantor SL

Belajar yang efektif adalah proses belajar mengajar yang berhasil guna, dan proses pembelajaran itu mampu memberikan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu / kualitas yang lebih baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan dapat diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga hasil dari pembelajaran itu akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Dan untuk mencapai belajar yang efektif tentu saja dalam proses belajarnya harus dilakukan dengan baik dan benar. Berikut ini adalah tips-tips belajar yang baik dan benar :

1. Belajar Kelompok

Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran

Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik

Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar

Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya

Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman.

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun

Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan

Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan dan Ujian

Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

9. Jadilah Seorang Pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.

Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.

10. Mendengarkan Penjelasan Guru Dengan Baik.

Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.

11. Jangan Malu Untuk Bertanya.

Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.

12. Kerjakan PR

Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!

13. Selalu Mengulang Pelajaran yang Sudah diajarkan

Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!

14. Cukup Istirahat, Makan Dan Bermain

Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!

15. Banyak Berlatih Pelajaran Yang Kurang Disukai

Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.

16. Ikutilah Kegiatan Ektrakurikuler Yang Kamu Senangi

Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.

17. Cari Seorang Pembimbing Yang Baik

Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.

18. Jangan Suka Mencontek Teman

Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.

19. Niat Dengan Sungguh-Sungguh

Kalau belajar tidak sungguh-sungguh ataupun tidak niat, yang ada malah pikiran kita melayang kemana-mana. Entah itu tentang makanan, games, lawan jenis, dll. Oleh sebab itu, belajar yang baik dimulai dengan niat yang sungguh-sungguh.

20. Lokasi dan Situasi Yang Kondusif

Jikalau kita belajar, tidak mungkin kalau kita lakukan di tengah jalan raya? Ataupun ketika kita sedang makan. Cara yang paling efektif untuk belajar adalah mencari tempat yang nyaman dan tidak terlalu banyak gangguan agar kita bisa lebih konsentrasi.

21. Hindari Sikap Tidak Jujur

Sekarang ini banyak siswa membuat catatan untuk mencontek saat ada ulangan atau ujian. Dengan belajar dengan jadwal yang teratur seorang murid akan selalu siap jika ada ulangan dadakan dan tidak perlu mencontek.

22. Metode Imitasi

Proses belajar bisa berjalan dengan sempurna melalui metode imitasi atau meniru. Metode ini di realisasikan ketika seorang meniru orang lain atau gurunya, metode ini sering di gunakan anak kecil untuk melafal kata bahasa dari orang tuanya, Begitu juga jika ia meniru berbagai perilaku,etika dan tradisi

23. Trial and Error

Manusia juga belajar dari eksperimen pribadi.dia akan berusaha secara mandiri untuk memecahkan masalah yang di hadapi.terkadang beberapa kali dia melakukan kesalahan dalam memecahkan masalah, namun dia juga beberapa kali mencoba untuk melakuakan kembali. Sampai pada akhirnya dia mampu untuk menyelesaikan permasalahan dengan benar.

24. Conditioning

Manusia bisa belajar dengan pengkondisian. Seseorang di katakan belajar dengan pengkondisian jika ada stimulun dari indrawi yang merangsangnya. Ketika itulah seseorang menanggapi stimulus tersebut. Tanggapan yang ia berikan ialah suatu respon yang juga di barengkan dengan stimulus netral. Kemudian respon menyertai stimulus netral itu akan di ulang beberapa kali.

Setelah di lakukan pengulangan beberapa kali, kita akan menjumpai bahwa stimulus netrsl bisa memberikan respon dengan sendirinya sekalipun stimulus indrawi sudah tidak ada lagi.contoh klasi yang dilakukan psikolog Rusia Ivan pavlov dalam experimennya yang cukup masyur. Dia membunyikan lonceng (stimulus netral) pada waktu dia meletakkan sedikit makanan di mulut anjing (indrawi).biasanya, jika makanan itu di letakkan di deapn mulut anjing maka anjing tersebut akan meneteskan air liur (respon).dengan demikian air liur berbarengan dengan bunyi lonceng.

Ketika hal ini di ulangi beberapa kali, maka peneliti mencoba untuk membunyikan lonceng tanpa meletakkan makanan pada mulut anjing tersebut. Maka hasilnya anjing tersebut tetap meneteskan air liur ketika ia mendengar suara lonceng, sebuah respon baru yang belum pernah dialami oleh anjing. Sekarang anjing tersebut merespon bunyi lonceng dengan meneteskan air liurnya.padahal sebelum di lakukan eksperimen anjing tersebut tidak meneteskan air liur kalau hanya mendengar bunyi lonceng.

25. Metode Berpikir

Proses belajar juga bisa berjalan sempurna dengan melalui metode berpikir, dengan metode ini seseorang sering kali mampu menyelesaikan masalah hidupnya, dia akan memilki kesamaan dan apa saja yang tidak memiliki kemiripan. Dengan demikian dia akan bisa menarik kesimpulan, dengan pilihan tersebut. Maka pada kuncinya berilah anak-anak kita pertanyaan yang menurut dia mudah, dengan demikian anak tersebut akan selalu belajar dan berpikir.

26. Mulailah Dari yang “Kecil”

Mulailah belajar dari topik yang paling anda kuasai / gampang. Setelah itu barulah dilanjutkan dengan topik yang lebih “menantang”. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak langsung down dan putus asa jika mengerjakan soal-soal sulit terlebih dahulu.

27. Sering-seringlah “Practice”

Latihan dan latihan itulah kunci untuk mahir dalam suatu mata pelajaran. Semakin banyak anda mengerjakan dan memahami soal semakin terbiasa pula anda dalam mengerjakannya.

28. Fokus

Ketika belajar, kita dituntut untuk serius. Jangan setengah hati. Karena pikiran kita tidak dapat melakukan / memikirkan beberapa kegiatan / hal dalam satu waktu.

29. Mohon Bimbingan-NYA

Jangan lupa banyak-banyak berdoa. Karena selain dari nilai religi-nya, hal tersebut dapat membuat kita lebih fokus ketika belajar dan dapat membuat pikiran kita lebih tenang.

30. Menggunakan Media dan Sumber-Sumber Yang Relevan


Jika kita hanya menggunakan 1 buku sebagai bahan patokan untuk belajar. Apapun hasil yang kita dapat belum tentu maksimal. Untuk itulah, cobalah untuk mencari-cari hal yang terkait kita pelajari dengan menggunakan Sumber dan Media yang sudah ada. Kita bisa mencarinya dengan menggunakan Internet, Koran, Buku lain, Majalah, dan lain-lain. Tentu kita juga tidak mau ilmu yang kita dapat hanya segitu saja karena hanya mempunyai 1 buku atau sumber yang tidak lengkap. Untuk itulah, Sumber dan Media hanyalah sebagai pelengkap dalam belajar yang baik dan benar.